MOTIVASI KERJA DI LEMBAGA PENDIDIKAN

  • Noor Aisyah
Keywords: Motivasi, Kerja, Lembaga, Pendidikan

Abstract

Konsep hedonisme merupakan awal dari sebuah pemikiran para filosof Yunani kuno yang bisa ditelusuri lewat tulisan-tulisan mereka yang waktunya lebih dari 23 abad yang lalu. Pemikiran  hedonisme sebagai suatu usaha untuk menjalankan motivasi dalam diri seseorang, di mana konsepnya ialah seseorang itu mempunyai kecenderungan mencari kesenangan dan kecenderungan untuk menghindari ketidakenakan dan kesusahan. Motivasi ini sebenarnya sebagai penggerak dalam diri manusia dalam mencapai tujuan hedonisme karena pada hakikat tidak ada manusia yang ingin berada pada posisi tidak nyaman, tidak senang, mencekam atau menakutkan sehingga dengan cara apapun akan dilakukan dalam upaya meraih kecenderungan keenakan dan kesenangan. Perilaku hedonisme manusia yang dipikirkan melalui akalnya sehingga senantiasa bersifat rasional.

Dalam sebuah organisasi pada dunia pendidikan yang dikenal dengan sebutan lembaga pendidikan juga diperlukan motivasi kerja karena manusia bekerja dan bertindak berdasarkan motivasi-motivasinya, termasuk mereka yang mengambil keputusan bekerja pada lembaga pendidikan. Oleh karenanya, seorang manajer di lembaga pendidikan penting untuk memperhatikan latar belakang yang menjadi motivasi pendidik bekerja di lembaga tersebut dan harus memahami konsep dari macam-macam teori motivasi ‘Content Theories’, untuk menggugah motivasi mereka agar pendidik dapat bekerja dengan maksimal sesuai dengan visi, misi dan tujuan lembaga pendidikan yang telah disepakati bersama. 

Teori-teori motivasi yang dikenal dengan ‘Content Theories’ yang dikemukakan oleh para ahli terbagi menjadi sepuluh macam di antaranya: teori Klasik oleh Frederick W. Taylor, teori Kebutuhan oleh Abraham Maslow, teori Dua Faktor oleh Federick Herzberg, teori Pemeliharaan dan Pendorongan dari M. Scoot Myer, teori Human Relation  oleh Rensis Likert, teori Preference-Expectation dari Victor H. Vroom, teori Motivasi “X” dan “Y” dari Douglas McGregor, teori Existence, Relatedness, Growth (ERG) dari C. Clayton P. Alderfer, teori Kebutuhan Berprestasi dari David C. McClelland dan teori Motivasi Keadilan dari Strecy Adams.

Published
2018-06-28